google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0,DIRECT
Berita

SPBUN Sampit Lakukan Praktik Nakal Bermain Rekom Hingga Tampung Mobil Tangki Siluman

×

SPBUN Sampit Lakukan Praktik Nakal Bermain Rekom Hingga Tampung Mobil Tangki Siluman

Sebarkan artikel ini

Ketapang

HARIANTRIBUANA.CO, Ketapang – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) yang berlokasi di Kelurahan Sampit melakukan praktik nakal dalam menyalurkan Solar Subsidi kepada nelayan. Kamis (8/10/2026).

Praktik nakal ini diyakini sudah cukup lama, seperti nelayan yang memiliki rekom dari Dinas terkait untuk pembelian solar subsidi, namun nelayan tersebut malah dipersulit bahkan pihak spbun menjual solar subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dari 1.750.000 hingga 2.200.000 per drum (400 liter).

Scroll untuk baca artikel

Ironinya. Spbun sampit ini terang terangan menjual solar subsidi kepada bukan penerima manfaat, jadi tak heran diareal spbun sampit ini sering terlihat mobil pick up menggunakan tangki siluman untuk memasok bbm solar subsidi tersebut.

Selain itu, nelayan yang memiliki rekom untuk pembelian solar subsidi tidak pernah mendapatkan jatah sesuai yang tercantum dalam rekom tersebut.

Saat di konfirmasi, Pihak Pengelola SPBUN Sampit Ersan membenarkan perihal menjual harga di atas HET.

“Jadi kalau disini kesepakatan, jadi gini mereka membeli dengan sesama nelayan bukan dari kami,” jelasnya.

Salah satu Nelayan yang memiliki Rekom pembelian solar subsidi namun tidak pernah mendapatkan pasokan tersebut mengaku bahwa hampir satu tahun ini dirinya tidak pernah merasakan pembelian solar dengan harga subsidi.

” rekom saya itu dimata mereka tidak berlaku, sebab saya tidak pernah dapat membeli solar, padahal kami tau bahwa rekom saya itu solarnya keluar,” ucap selatan.

Menurut selatan, jika dirinya ingin medapatkan solar untuk pergi melaut dia harus merogoh kocek dengan harga yang tak tanggung tanggung.

” kami biasa beli solar di kenakan harga 2 juta bahkan lebih per drum 400 liter,” ungkapnya.

Hingga berita ini terbit, media ini terus melakukan pendalaman data data dilapangan.