google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0,DIRECT
Berita

Jalan Rusak Parah, Warga Pertanyakan Untuk Kepentingan Umum Atau Memfasilitasi Pelaksana Proyek

×

Jalan Rusak Parah, Warga Pertanyakan Untuk Kepentingan Umum Atau Memfasilitasi Pelaksana Proyek

Sebarkan artikel ini

Ketapang

HARIANTRIBUANA.CO Ketapang — Warga di kawasan Kinjil pesisir keluhkan kondisi jalan lingkungan yang rusak parah, jalan tersebut salah satu akses menuju wisata pantai pecal yang cukup terkenal di kabupaten Ketapang.

Parahnya, jalan tersebut dipasang plang pengumuman jalan ditutup, menurut warga yang memasang plang tersebut bukan pihak yang berwenang, sehingga menimbulkan asumsi liar, bahwa jalan tersebut dibangun untuk memfasilitasi kepentingan kontraktor proyek. Jalan tersebut sudah rusak parah dikarenakan menjadi akses mobilisasi material dari proyek pemecah ombak.

Scroll untuk baca artikel

“Kami resah dengan kegiatan jalan yang sudah rusak parah, ditambah jalan ditutup, jadi jalan yang dibangun pemerintah Ketapang untuk kami atau untuk kepentingan kontraktor proyek,” ungkap warga saat dijumpai wartawan, Rabu 26/11/2025.

Untuk itu, warga berharap agar ada solusi dari pihak pemerintah maupun pelaksana proyek.

“Tolonglah kepada Pemda Ketapang maupun pemerintah desa, jalan ni dah hancur, masak kami tidak bisa menikmati jalan yang sudah dibangun dengan pajak kami,” tegasnya.

Satu dianatara pengguna jalan yang lain juga menyebutkan, jika turun hujan, jalan tersebut sangat susah dilalui.

“Sekarang kondisi jalan sudah sangat sulit dilalui. Bukan cuma licin dan berlubang, tapi ada bagian yang ambles sampai membuat mobil warga ikut terperosok. Kami benar-benar kesulitan lewat, apalagi kalau hujan. Jalannya seperti tidak layak dipakai lagi,” sebutnya.

Pantai Pecal merupakan salah satu destinasi wisata di wilayah tersebut. Warga menyebut kerusakan jalan ini bukan hanya mengganggu aktivitas harian mereka, tetapi juga berdampak langsung terhadap jumlah wisatawan yang datang. Banyak pengunjung disebut ragu melintas karena kondisi jalan yang semakin parah.

Menurut warga, akses jalan yang rusak membuat pelaku usaha kecil di sekitar pantai ikut merasakan dampaknya. Pendapatan menurun karena wisatawan memilih tidak berkunjung.

Selain lubang-lubang yang besar dan permukaan jalan yang licin, beberapa warga menambahkan bahwa akses keluar-masuk kawasan kini membutuhkan waktu lebih lama karena harus berjalan sangat pelan dan ekstra hati-hati.

Kondisi ini memperparah aktivitas masyarakat yang bergantung pada jalur tersebut untuk bekerja, sekolah, maupun melakukan aktivitas harian.

Sampai berita ini terbit, pihak pelaksana proyek mengabaikan konfirmasi dari media ini.