google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0,DIRECT
Daerah

Wabup Ketapang Hadiri Halqoh Fikih dan Haul Akbar Muasis NU

×

Wabup Ketapang Hadiri Halqoh Fikih dan Haul Akbar Muasis NU

Sebarkan artikel ini

Ketapang, Kalbar

Wabup Farhan pada saat Hadiri Halqah fikih di Kantor PCNU ketapang
Wabup Farhan pada saat Hadiri Halqah fikih di Kantor PCNU ketapang

HARIANTRIBUANA.CO, Ketapang – Wakil Bupati Ketapang H. Farhan, SE.,M.Si menghadiri Halaqoh Fiqih Peradaban dan Haul Akbar Muasis NU yang diselenggarakan PCNU Kabupaten Ketapang dan Pondok Pesantren Mambaul Khairat, pada Senin (29/05/2023) bertempat di Gedung PCNU Ketapang dan Ponpes Mambaul Khairat.

Halaqoh dan Haul Akbar tersebut tersebut diisi oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH. Zulfa Mustofa dengan tema “Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kabangkitan Baru”.

Scroll untuk baca artikel

Baca Juga: Wabup Farhan Letakan Batu PertamaPembangunan Masjid 

Wabup dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa halaqoh serta haul akbar yang diadakan PCNU Ketapang dan Ponpes Mambaul Khairat ini sangat berharga bagi seluruh pengurus NU di Kabupaten Ketapang.

“Dengan adanya pengetahuan yang disampaikan Wakil Ketua PBNU, tentu ini juga menjadi bahan bagi seluruh kaum nahdiyin Kabupaten Ketapang dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari terutama dalam konteks bersosialisasi dengan seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Ketapang”, ungkap Farhan.

Farhan menyebutkam, bahwa dengan masyarakatnya yang heterogen, itu harus betul-betul sangat memahami apa yang disebut dengan halaqoh fiqih peradaan.

“saya berharap nanti kajian-kajian yang terkait dengan kekinian dalam konteks kehidupan sosial kemasyarakatan kaum nahdiyin itu dapat dilakukan di gedung PCNU ini,” harapnya.

Lihat Juga: Ustadz Muhammad Sukhi Al-Bukhury

Sehingga dengan berkesinambungan tersebut menurut Farhan, akan memberikan pemahaman – pemahaman kepada masyarakat.

“Harapan besarnya adalah bahwa kehidupan masyarakat Kabupaten Ketapang ini sesuai dengan apa yang dinginkan oleh negara dan agama,” jelasnya.

“bahwa prinsip-prinsip aqidah itu tetap dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara itu harus saling hormat-menghormati dan harga menghargai demi untuk kenyamanan kerukunan dalam kehidupan kesehariannya,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PBNU KH. Zulfa Mustofa, diantara halaqohnya mengatakan bahwa Nadhlatul Ulama dalam berbangsa dan bernegara memandang semua masyarakat itu mempunyai kewajiban yang sama walaupun berbeda suku, agama dan lainnya.

Selain itu sampaikan nya, bahwa pancasila itu adalah nilai-nilai hidup yang disepakati oleh umat beragama di Indonesia sebagai panduan hidup berbangsa dan bernegara.

Selanjutnya Wakum PBNU ini saat haul akbar juga mengatakan bahwa Nadhlatul Ulama (NU) tidak bisa dipisahkan dari pesantren karena pesantren adalah miniatur dari Nahdlatul Ulama (NU) dan dari pesantren juga terbentuknya organisasi NU.

Turut menghadiri dalam kegiatan tersebut, Ketua PWNU Kalbar Dr. H. Syarif, MA., Ro’is Syuriyah PWNU Kalbar KH. Ismail Abdul Ghofur, Ketua Tanfidziyah PCNU Ketapang Drs. H. Satuki Huddin, M.Si., Ro’is Syuriyah PCNU Ketapang Drs. KH. Moh. Faisol Maksum, Wakil Ketua PCNU Ketapang, Asisten I Setda Ketapang, Muslimat PCNU Ketapang, Pengurus PCNU Ketapang dan lainnya.