HARIANTRIBUANA.CO, Ketapang – Proyek pengadaan Bak Penampungan Air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Perumda Tirta Pawan Kabupaten Ketapang di Kecamatan Benua Kayong tidak berfungsi.
Konon, pembuatan bak penampungan itu menghabiskan uang ratusan juta rupiah.
Saat dikonfirmasi media, Koordinator PDAM Kecamatan Benua Kayong, Saidi membenarkan bahwa Bak Penampungan Air tersebut tidak pernah berfungsi mulai dari awal selesai pengerjaan.
“Proyek Bak Air tersebut memang ada, dan tidak fiktif, namun kalau untuk fungsinya belum pernah berfungsi mulai dari awal selesai dikerjakan,” ungkapnya, Senin (20/1/2025), dikutip dari Lintas Kapuas.com.
Ia menjelaskan, proyek Bak Air tersebut dibangun menggunakan dana penyertaan modal dengan nilai kurang lebih 200 juta rupiah.
“Kalau masalah teknisnya kenapa tidak berfungsi saya tidak bisa jelaskan, namun proyek tersebut dibangun menggunakan dana penyertaan modal dari pemerintah Kabupaten Ketapang,” jelasnya.
Direktur PDAM Ketapang, L. Yudi Hartono Joko Saptono, saat dikonfirmasi melalui via Whatsapp tidak menjawab.
Wakil Ketua Laskar Anti Korupsi (Laki) Ketapang, Ujang Yandi menyayangkan perihal ini, sebab dana yang dikucurkan tidak sedikit.
“Tentu ini menjadi pertanyaan kami sebagai penggiat anti korupsi, kenapa barang itu tidak dipergunakan sebagai mestinya, mereka mesti bertanggung jawab, kalau tidak ada manfaatnya kenapa barang itu dibuat,” tegasnya.
Untuk itu, pihaknya akan mencari data tambahan, untuk diserahkan kepada aparat penegak hukum.
“Secepatnya kita akan mencari data tambahan untuk kita konsultasikan kepada aparat penegak hukum, dan kita akan membuat Laporan Pengaduan (lapdu) agar kedepan PDAM benar benar bersih dari praktik yang tidak terpuji itu,” terangnya.


























