HARIANTRIBUANA.CO, Ketapang – SPBU 3T Satai untuk kepentingan siapa? Pemilik Modalkah, hal ini membuat para nelayan tanjung satai semakin resah lantaran BBM Subsidi selalu macet.
SPBU 3T dengan nomor 66.788.004 ini diduga memanjakan toke toke besar, sehingga nelayan kecil dan sejenisnya harus membeli BBM kepada mereka dengan harga di atas HET.
Baca Juga : Diduga Melanggar Aturan, SPBU 3T Tanjung Satai Melayani Tidak Sesuai Peruntukan
DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kayong Utara, Kasrin, menjelaskan bahwa susah hampir 2 bulan ini sulit mendapatkan Solar di SPBU 3T Satai ini.
Ironisnya, kejadian itu menurut Kasrin, bukan kali ini saja namun sudah sering dan berulang-ulang. Ketika ada protes dari nelayan baru membaik, dan itu terus berjalan hingga sekarang.
” ini udah seperti lingkaran setan, bahasa kasarnya seperti itu. Kalau rapat kami udah jemu, bahkan saya pernah dimintai keterangan oleh Reskrim Polres soal ini. Bagus sebentar tapi berulang lagi,” ungkap Kasrin ketua DPC HNSI Kayong Utara melalui pesan suara yang diterima pada, Senin (22/05/23).
Selain itu, Ketua HNSI Kayong Utara ini menduga terjadi praktek praktek nakal dari oknum tertentu. Menurutnya kejadian ini selalu berulang.
“Karena tiap masalah ini kami ungkap dan keluhkan, pengelola mulai berlaku baik, ada mediasi, solar mudah dibeli dan (mereka) penuhi kebutuhan nelayan. Tapi selepas itu, mereka ingkar lagi, berulah lagi,” tandasnya.
Sampai beritatayang, Media ini masih berupaya mengkonfirmasi pengelola SPBU 3T Tanjung Satai
Baca Juga: Pemkab Kayong Utara Raih WTP


























