google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0,DIRECT
Berita

Wakil Bupati Ketapang Hadiri Seminar Akbar Keagamaan, Ajak Masyarakat Perkuat Ketahanan Keluarga dan Nilai-Nilai Keagamaan

×

Wakil Bupati Ketapang Hadiri Seminar Akbar Keagamaan, Ajak Masyarakat Perkuat Ketahanan Keluarga dan Nilai-Nilai Keagamaan

Sebarkan artikel ini

Ketapang

HARIANTRIBUANA.CO, Ketapang – Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, S.H. menghadiri sekaligus membuka kegiatan Seminar Akbar Keagamaan yang diisi oleh suami mantan selebritis Indonesia, Peggy Melati Sukma. Seminar bertajuk “Ilmuilah Cinta” yang diselenggarakan di Masjid Agung Al-Ikhlas Kabupaten Ketapang pada hari ini (Selasa, 16/06/2026) dihadiri oleh ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus masjid, para ibu-ibu majelis taklim, serta masyarakat umum yang datang untuk mengikuti kajian keagamaan dan silaturahmi bersama.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ketapang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia penyelenggara yang telah menghadirkan kegiatan positif yang dinilai sangat penting dalam upaya memperkuat kehidupan beragama dan membangun karakter masyarakat.

Scroll untuk baca artikel

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti seminar akbar ini tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu dan mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak dan berkarakter.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, pribadi, dan keluarga, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Kami sangat mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh masyarakat maupun organisasi keagamaan.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, dan gedung, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan mental, moral, dan spiritual masyarakat.

“Pembangunan daerah tidak cukup hanya membangun infrastruktur. Yang tidak kalah penting adalah membangun manusia, membangun akhlak, membangun keluarga, dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” katanya.