HARIANTRIBUANA.CO, Ketapang – Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Repalianto, S.Sos., M.Si. Membuka Kick Off Meeting Pokja PKP (Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman) Kabupaten Ketapang, pada Rabu (29/04/2026) bertempat di Ruang Rapat Utama Lantai 2 Kantor Bupati Ketapang.
Kick Off Meeting Pokja PKP (Perumahan dan Kawasan Permukiman) Sanitasi adalah pertemuan awal untuk memulai program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP). Agenda ini bertujuan menyamakan persepsi, mengintegrasikan dokumen perencanaan (SSK), serta memperkuat komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mencapai target sanitasi berkelanjutan.
Program Percepatan Sanitasi Permukiman (PPSP) bertujuan untuk mendorong percepatan sanitasi permukiman dengan menciptakan enabling environment, mengimplementasikan dokumen perencanaan sanitasi daerah guna meningkatkan akses layanan sanitasi serta membentuk layanan sanitasi yang berkelanjutan, dan memperkuat peran pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota melalui mekanisme pendampingan berjenjang.
Saat ini Kabupaten Ketapang Termasuk dalam pendampingan Milestone 4 (M4) yang artinya Kabupaten Ketapang dengan status sudah menyelesaikan Milestone Implementasi 1 (M1) hingga Milestone Implementasi 3 (M3) pada tahun 2025.
Pemkab terus melakukan langkah-langkah strategis melalui penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta optimalisasi pembiayaan pembangunan sanitasi.
Sekda Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Camat dan Kepala Desa beserta seluruh jajaran, khususnya di 16 Kecamatan di 53 desa yang telah menunjukkan komitmen nyata dengan mengalokasikan anggaran untuk program sanitasi melalui APBDES Tahun 2025 dan 19 Kecamatan di 83 Desa juga telah mengalokasikan anggaran untuk program sanitasi melalui APBDES Tahun 2026 ini.
Kami juga menyampaikan mengapresiasi dan terima kasih kepada seluruh organisasi non-pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta dan mitra pembangunan yang telah turut berkontribusi aktif dalam memperkuat sektor sanitasi. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan sendiri, pembangunan memerlukan kemitraan, sinergi dan komitmen bersama.”Ucap sekda.



























