google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0,DIRECT
Berita

Pengantri BBM Pertalit Untuk Keperluan Sendiri VS Pengantri Berulang Ulang

×

Pengantri BBM Pertalit Untuk Keperluan Sendiri VS Pengantri Berulang Ulang

Sebarkan artikel ini

Ketapang

HARIANTRIBUANA.CO, Ketapang – Hampir satu bulan antrian di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Ketapang terus terjadi. Penomena ini terjadi diakibatkan kepanikan warga dan antrian oleh oknum yang berulang ulang.

Menurut informasi, bahwa stok di SPBU tidak pernah kosong dan selalu melayani masyarakat yang membutuhkan BBM jenis Pertalit.

Scroll untuk baca artikel

Belakangan, diduga antrian panjang ini salah satu disebabkan adanya pengantri yang melakukan pengisian berulang ulang, sehingga membuat pengantrian BBM Pertalit tidak pernah selesai.

Amir (38) salah satu warga yang ikut mengantri menyebutkan, antrian panjang ini kemungkinan ada pengantri yang melakukan berulang ulang sehingga antrian ini tidak pernah selesai, Sabtu (01/08/2026).

“Kami juga heran kalau untuk kepentingan pribadi masak harus ngantri setiap hari, contoh kami, sekali ngantri besok nda mungkin lagi kami ngantri sebab kami hanya kebutuhan sendiri,” ujarnya.

Lanjut Amir, terkadang kami melihat ada oknum yang bergilir ganti kendaraan nya untuk ngantri, jadi wajar kalau pengantri di SPBU tidak pernah selesai.

“Kalau hanya untuk pakaian sendiri tidak mungkin antrian di spbu ini berminggu minggu tidak pernah selesai. Menjadi tanda tanya kami, di kemanakan BBM itu, kalau mau di jual, jual saja di dalam kota dengan harga wajar,” cetusnya.

Menurut Amir, BBM pertalit ini tidak langka sebab di SPBU selalu ada stok, hanya saja menjadi panik ketika pengecer tepi jalan tidak tersedia pertalit.

Dia berharap, agar pengantri pertalit tidak lagi mengantri dengan berulang ulang, kasi kesempatan bagi yang memang untuk pemakaian sendiri.