HARIANTRIBUANA.CO, Ketapang – Anggota Koperasi Kebun Lintas Batas bermitra dengan PT Cargill yang berlokasi di Dusun Air Merah Desa Bangkal Serai Kecamatan Kendawangan merasa merasa dirugikan.
Sebab, pembayaran gaji kepada anggota petani plasma oleh Koperasi berbeda dengan yang dibayarkan TPK kepada anggota.
Koperasi memberikan gaji kepada TPK untuk periode Desember 2023 sebesar 1.200.000, sedangkan TPK hanya memberikan kepada anggota hanya sebesar 350.000.
Selain itu, TPK tidak memberikan slip gaji resmi, melainkan hanya di transfer melalui bank.
Untuk itu, petani plasma merasa ada yang tidak beres, sebab sistem penggajian tidak langsung dari koperasi melain kan diwakilkan kepada ketua kelompok (TPK).
Hal itu diungkapkan salah satu petani plasma Koperasi Lintas batas, inisial (AY) menurutnya bahwa besaran gaji yang dibayarkan oleh Koperasi berbeda dengan yang diserahkan ketua kelompok kepada petani melaui transfer bank.
“kami penggajiannya melalui transfer bank, yang dikirim oleh ketua kelompok, sistemnya gajian ditempat kami tidak langsung dari koperasi,” jelas AY.
untuk itu, AY meminta kepada Ketua Koperasi Lintas Batas untuk dapat menjekaskan secara rinci.
” ya, Ketua Koperasi harus berani mengambil sikap yang tegas dan berani memberikan statemen berapa sebenarnya nilai yang seharusnya kami terima sebagai petani plasma,” tegasnya.
Saat dikonfirmasi, Ketua Koperasi Lintas Batas Marwan menyebutkan bahwa pengganjian periode Desember 2023 sudah sesuai dan berdasarkan hitung hitungan.
“Periode Desember 2023 itu sebesar satu juta dua ratus ribu (1.200.000) dan itu sudah kami berikan kepada kelompok kelompok tani (TPK),” jelasnya kepada media Hariantribuana.co, kamis (11/1/2024).
Selain itu, ia menjelaskan jika memang ada hal lain dalam penggajian komunikasikan saja dulu ke TPK nya, sebab koperasi yang di pimpinnya saat ini ada sekitar 23 TPK.
” Komunikasi kan saja dulu dengan TPK nya, yang jelas periode Desember 2023 gajian koperasi kami 1.200.000,” tegasnya.
Sementara, saat dikonfirmasi satu diantara ketua kelompok tani (TPK) Udit sampai berita ini terbit belum merespon.


























