google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0,DIRECT
Daerah

Ini Cerita Haji Asmuni/ Lakok Yang Menjadi Korban Sindikat Pembuatan Ijazah Palsu Paket A,B dan C

×

Ini Cerita Haji Asmuni/ Lakok Yang Menjadi Korban Sindikat Pembuatan Ijazah Palsu Paket A,B dan C

Sebarkan artikel ini
Poto H.Asmuni / Lakok menjadi korban penipuan ijazah palsu paket a,b dan c.

HARIANTRIBUANA.CO, Ketapang – Haji Asmuni dengan sapaan sehari hari biasa dipanggil Haji Lakok, ia merupakan satu diantara tokoh masyarakat Kendawangan.

Haji Asmuni/Lakok menjadi korban penipuan sindikat pembuat ijazah palsu paket A,B dan C serta dirugikan secara materil dan moral.

Scroll untuk baca artikel

Hal itu ia ungkapkan kepada media ini setelah pengunduran dirinya mejadi bacalon legislatif di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Selasa (15/8/2023).

Pada sesuatu hari ia bertanya kepada kawan kawan yang biasa mengurus pembuatan ijazah paket A, B, serta C. Dapatlah satu temannya berinisial YKB, singkat cerita YKB juga mencari informasi ke Uje Hamdani yang merupakan Kepala Desa Seriam Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang.

Ia menyebutkan bahwa Uje Hamdani memberi kabar kalaupun ada cuman harga nya mahal. Lantas ia bertanya barangnya asli atau tidak dan terdaftar di Dinas Pendidikan atau tidak.

Namun, menurut Uje Hamdani, masih Kata Haji Lakok, ia bilang asli, jangankan cuman calon dewan calon presiden dan calon gubernur dan calon bupati pun tidak masalah, maka dari itu pembayaran nya agak mahal karena barang asli.

“Oke. Saya tidak mau kalau barang yang bukan asli, karena saya tidak suka kalau barang yang tidak benar,” kata Haji Lakok menceritakan.

Lebih lanjut ia menceritakan, setelah berjalan beberapa waktu ia masih ragu dengan kerjaan group sendikat ini, untuk itu, ia meminta kepada mereka (sindikat) ke Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang dan ia meminta juga surat keterangan dari dinas pendidikan bahwa ijazah yang mereka buat atas nama dirinya terdaftar.

“Akan tetapi mereka dengan segala alasan dan dalil untuk meyakinkan saya,” jelasnya.

Berjalanya waktu sambil menunggu mereka mengurus ke Dinas Pendidikan tidak juga kunjung memberi kabar.

“Saya WhatsAPP dan telepon sindikat itu, alasan mereka tetap masih ngurus ke Dinas,” timpalnya.

Dari situ, Haji Lakok sudah mulai curiga bahwa barang yang dibuat mereka itu palsu. Kecurigaan itu memuncak pada saat satu diantara sindikat itu bernama JUNAI tidak lagi merespon pesan whatsapp dan panggilan telepon dikarenakan sudah berganti nomor handpone.

“Saya ambil inisiatif untuk mundur dari pencalonan bacaleq, karena makin hari semakin keliatan bahwa mereka sudah menipu dan saya merasa tertipu dengan sindikat Pembuatan Ijazah paket palsu,” kesalnya.

Untuk itu, ia meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang untuk mengecek semua yang menggunakan paket C yang mengatas namakan PKBM yang ada khusus nya di Ketapang termasuk yang di luar dari PKBM kabupaten Ketapang.

“Terus terang dengan kejadian tersebut saya sangat di rugikan dari nama baik pribadi dan nama baik keluarga. Juga pikiran marol dan meteri yang di rugikan atas perbuatan sindikat penipuan Ijazah Paket tersebut,” akunya.

Namun ia menyayangkan kepada pengurus PKBM ASOKA yang mana telah dipalsukan oleh sindikat itu, namun tidak merespon.

“Saya juga sangat menyayangkan dengan Pengurus PKBM ASOKA kok tidak mengambil tindakan bahwa tanda tangan mereka dan cap stampel mereka di palsukan oleh sendikat itu malah diam seribu bahasa,” tandasnya.

Catatan Redaksi: pengembangan kasus pembuatan Ijazah palsu Paket A,B dan C ini terus akan di dalami. Serta akan mengkonfirmasi pihak pihak yang terlibat serta yang disebutkan oleh Narasumber.