google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0,DIRECT
Daerah

Forsimas Nanga Tayap, Produksi Rendah Region Dapat Catatan Khusus

×

Forsimas Nanga Tayap, Produksi Rendah Region Dapat Catatan Khusus

Sebarkan artikel ini

Ketapang

HARIANTRIBUANA.CO, Ketapang – BGA Group Region Nanga Tayap menggelar Forum Silaturahmi Masyarakat (Forsimas) dengan mengangkat tema” BGA Tumbuh dan Berkembang Bersama Masyarakat Bumi Kayong” acara berlangsung di Spot Center BGA Nanga Tayap, Sabtu (28/09/2024).

Scroll untuk baca artikel

Forsimas ini selain ajang silahturahmi juga dirangkai dengan dialog publik mendengar saran dan kritikan serta melihat kelemahan kelemahan perusahaan dalam menjalankan usaha perkebunan meurut pandangan masyarakat sekitar.

Forsimas dibuka kangsung oleh Direktur Utama PT. Ladang Sawit Mas, Kamsen Saragih dengan ditandai pemukulan Gong.

Direktur Of Corporate Affair & Partnership Priyanto P.S mengungkapkan, Forsimas ini bertujuan mendapatkan masukan dan kritikan dari berbagai pihak agar kedepan sama sama bisa memperbaiki dengan lebih baik.

“Respon kritikan tajam terhadap kami itu sangat bagus buat perkembangan kehidupan kemitraan kedepan, dirasakan sakit pahit tapi itu salah satu cara untuk kita melakukan bagaimana membangun mitra kedepan dengan baik.

Menurutnya, yang mereka sampaikan tadi itu sangat rasional sekali pondasi petani itu terletak di produksi, jika produksi tidak bisa maksimal maka pendapatanpun tidak maksimal.

“Yang kita dorong adalah kesadaran internal kita bagaimana mengawal tuntutan itu menjadi sebuah peluang untuk melakukan lompatan kebaikan,” ungkapnya.

“Kalau itu tidak dicarikan momentum, maka forsimas berikutnya akan menjadi blunder, maka seluruh internal, kami harus melakukan instropeksi dan melakukan konsolidasi didalam menyusun perencanaan yang berkiatan kondisi real dilapangan, tanpa itu maka akan menjadi masalah baru yang mungkin akan sulit dikendalikan,” tambahnya.

Untuk masalah problem yang saat ini terjadi dilungkungan region nanga tayap yang sangat komplek serta menjadikan hasil produksi sangat rendah, Priyanto mengaku bahwa itu kealfaan pihaknya dalam mengurai masalah.

“Saya kira itu menjadi kealfaan bagi kamilah kita tidak pungkiri bahwa setiap pembangunan pasti ada ketinggalan tapi pada posisi di nanga tayap kebunnya terpisah pisah,” akunya.

“Ketika masanya menghasilkan maka orang mengukur pada pendapan, kalau pendapan renda berarti ada masalah, harusnya pada saat proses kemitraan itu dikawal dari awal dari masa pembangunan, tapi itu sangat konstruktif ya, meskipun disampaikan dalam nada emosional kami menilai wajar saja,” timpalnya.

Menurutnya, kenapa Region Nanga Tayap produksi terendah itu disebabkan kondisi areal yang tidak tastis serta aplikasi kultur teknis tidak ideal.

“Aplikasi kultur teknis yang tidak ideal sesuai dengan kebutuhan kondisi dilapangan, misalnya pada kondisi banyak daerah perbukitan mestinya dari pelaksanaan kontur itu sudah harus dibuat terus areal mencar mencar perlu masih dibuka akses jalan, kalau infrastruktur tidak dikerjakan denga baik sulit orang mengontrol apakah areal itu dikerjakan atau tidak,” tukasnya.

Untuk itu, Priyanto memberikan catatan penting bagi Regional Tayap untuk dapat melakukan perbaikan teknis dengan cepat.

“Harus sesegera mungkin melakukan tindakan perbaikan kultur teknis menggerakan taspos agar masyarakat mengetahui tentang perubahan yang kita lakukan kemudian secara bersama sama mengatasi setiap kendala yang dihadapi dan itu dikomunikasikan dengan baik kalau hanya dilakukan sendiri sendiri tidak diikuti oleh mitra maka mereka tidak akan tau apa yang kita lakukan yang ada tetap mereka menganggap kita belum melakukan perubahan apa apa dan akan ada konflik sosial yang mungkin cukup tinggi,” tandasnya.

Camat Nanga Tayap, Sabran menyebutkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan forsimas yang di gelar oleh BGA Group. Dirinya mengaku bahwa kegiatan semacam ini sangatlah diperlukan.

“Saya sangat mengapresiasi dengan kegiatan ini, utama nya agar kita semakin dekat dengan masyarakat, disini ada dialog,diskusi,kritikan dan saya rasa sangat baik dalam melakukan usaha, biar kita juga tau apasih maanfaatnya keberadaan perusahaan dan forum semacam ini baru dilakukan oleh BGA Group, semoga kedepan forsimas ini terus berlanjut,” harapnya.