HARIANTRIBUANA.CO, Ketapang – BGA Group Region Sei Rasau kembali menggelar Forum Silaturahmi Masyarakat (Forsimas) dengan tema “Sinergi BGA Bersama Masyarakat Dalam Membangun Keharmonisan dan Kemajuan” acara berlangsung di Gor Olah Raga Sungai Rasau, Jumat (27/09/2024).

Forsimas ini juga dirangkai dengan dialog publik yang secara langsung disampaikan oleh berbagai masyarakat, tokoh adat, Agama, dan Pemuda. Acara ini digelar BGA setiap tahunnya untuk menyerap aspirasi dan menerima kritikan langsung dari masyarakat sekitar perusahaan.
Direktur Of Corporate Affair & Partnership Priyanto P .S mengungkapkan Forsimas ke dua ini hasil dari forsimas yang pertama serta melihat sejauhmana yang sudah kita capai dalam memenuhi tuntutan maupun kritikan dari masyarakat.
“Pada forsimas pertama relatif mengurai masalah masalah yang sangat besik, ketika masalah besik itu mulai ditata maka berdasarkan dinamika yang ada itu menjadi meningkat tuntutan dari masyarakat,” ungkapnya.
Lanjutnya, Berkaitan dengan upaya untuk bagaimana membangun kesamaan pandang dan kebersamaan langkah dengan masyarakat maka maka pihaknya juga perlu adaptasi dengan tren itu.
“Kedepan, menurut saya dunia perkebunan tidak sangat mudah itu semua sangat dipengaruhi dengan kecenderungan dinamika politik, sosial dan masalah perkembangan bisnis, ketika pertumbuhan ekonomi ini sesuai rencana dengan pergantian kabinet baru nanti, semisal angka 8 persen tercapai maka semuanya akan tumbuh lebih baik, tetapi ketika itu tidak tercapai maka akan ada masalah masalah baru dengan kaitannya keterlambatan ekonomi, begitu juga dengan tuntutan sosial, tuntutan kebutuhan sosial peluang kerja yang semakin terbatas dan peluang usaha yang tidak mudah, itu sulit untuk membangun multi for player efek yang berkaitan dengan kemanfaatan banyak pihak, oleh karena itu, tren kedepan forsimas harus sudah dirancang mulai awal bagaimana mencapai egipmen dengan masyarakat sehingga momentum forsimas itu hanya sebagai puncak untuk memikirkan masalah strategis masalah kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan pusat,” jelasnya.
Priyanto mengungkapkan, target forsimas kedepan fundamental ekonomi yang bersifat mandatory harus dipenuhi, semisal berkaitan dengan kewajiban plasma, kewajibannya berapa maka pihaknya wajib penuhi itu.
“Penegakan kualitas, ketika prosentase terpenuhi tapi kualitas nya belum maka itu menjadi tuntutan baru yang harus dipenuhi, dan usaha kemitraan baru yang mengembangkan menginovasikan pluang yang ada agar masyarakat punya ruang untuk berkembang lebih baik lagi,” jelasnya.
“Forsimas ini sudah berjalan 2 tahun dan hampir 80 persen tuntutan masyarakat tercapai, yang belum tercapai itu yang sifatnya mandatory, misalnya berkaitan dengan adanya SHM masyarakat dalam HGU dan adanya lahan masyarakat yang mereka kuasai belum dibebaskan tetapi dalam HGU itu semua butuh proses yang cukup panjang,” tukasnya.
Efendi Yusuf satu diantara tokoh masyarakat mengapresiasi langkah langkah BGA Region Sei Rasau dalam mengurai masalah yang mengkin ada ketersinggungan langsung dengan masyarakat serta memberikan ruang untuk memberikan kritikan dan masukan.
“Kami apresiasi kepada Region Sei Rasau, dimana forsimas ini kami anggap penting sebagai wadah kita untuk melakukan koreksi koreksi kepada perusahaan sehingga kita bisa mengurai masalah yang mungkin sedang terjadi, tentu dialok semacam ini sangat kita nantikan,” harap.
Dalam acara tersebut turut hadir, unsur pimpinan managemen BGA Group, frokopimcam, tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh pemuda Kendawangan dan Marau.


























