google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0,DIRECT
Daerah

BGA Region Kendawangan Kembali Gelar Forsimas: menerima Keritikan dan Berdialog

×

BGA Region Kendawangan Kembali Gelar Forsimas: menerima Keritikan dan Berdialog

Sebarkan artikel ini

Ketapang

HARIANTRIBUANA.CO, Ketapang – BGA Group Region Kendawangan kembali menggelar Forum Silahturahmi Masyarakat (Forsimas) dengan mengangkat tema’ Bersua Merajut Kebhinekaan dan Harmonisasi Dalam Lingkungan Usaha BGA’ bertempat di Metro Kendawangan, Sabtu (20/7/2024).

Scroll untuk baca artikel

Forsimas ini juga dirangkai dengan dialog publik yang secara langsung disampaikan oleh berbagai masyarakat dan tokoh adat setempat. Acara ini digelar BGA setiap tahunnya untuk menyerap aspirasi dan menerima kritikan langsung dari masyarakat sekitar perusahaan.

Direktur Utama PT Gunajaya Karya Gemilang (BGA Group) Kamsen Saragih menyebutkan bahwa forsimas tahun ini ialah melajutkan forsimas tahun lalu.

” agar kita bisa mengantisipasi atau merekam apa kehendak masyarakat agar kita bisa mencari solusi sehingga tidak terjadi komunikasi yang terputus,” ungkapnya.

Selain itu, Kamsen Saragih menjabarkan bahwa kritikan dan saran masyarakat kendawangan pada Forsimas tahun lalu hampir semua yang diharapkan masyarakat sudah pihaknya realisasikan.

” sekitar 18 point permintaan masyarakat 17 sudah diralisasikan 1 tahap penyesuan saja, artinya pihak kebun bertanggungjawab,” paparnya.

“Forsimas ini bertujuan agar terciptanya harmonisasi dan sekaligus ajang silaturahmi,” tukasnya.

Dalam sesi tanya jawab, satu diantara tokoh masyarakat kendawangan H. Asmuni / Lakok meminta kepada perusahaan agar kedepan dana csr dapat juga digunakan untuk memberikan apresiasi kepada imam imam masjid atau mushola di kendawangan agar dapat dibantu untuk diberangkatkan pergi umroh.

“Kedepan, dengan dana CSR semoga BGA bisa membantu imam imam masjid dikendawangan dapat diberangkatkan pergi umroh,” ungkapnya.

Direktur Of Corporate Affair & Partnership Priyanto P .S mengungkapkan Forsimas ini merupakan kegiatan meyerap aspirasi langsung dari masyarakat

“Dalam Forsimas seperti ini apapun masukan masyarakat, kritikan, komplen maupun dukungan kita anggap sebagai masukan buat kita untuk melangkah lebih maju kedepan,” jelasnya.

Menurutnya, dengan komplen atau ketidakpuasan masyarakat yang disampaikan kepada pihaknya itu menjadi peluang untuk menemukan masalah untuk beranjak kepada kebaikan kedepan.

Terkait usulan salah satu tokoh masyarakat kendawangan yang meminta kepada perusahaan agar memberangkatkan para Imam Masjid yang berada dikendangan untuk diberangkat umroh, dirinya menyebutkan bahwa itu tidak ada masalah sepanjang untuk kebaikan banyak pihak.

“Tidak masalah, sepanjang itu punya nilai manfaat kebaikan buat banyak pihak kepada kita, karena secara internal perusahaan sudah menjalankan program yang berprestasi diumrohkan, apakah kemudian di imam masjid bisa diprogramkan tentu perlu kita telaah kembali, begitu kita berlakukan disatu tempat, pasti ditempat lain akan meminta program yang sama, tetapi secara prinsip itu suatu masukan yang bagus,” ujarnya.

Menurutnya, tujuan Forsimas itu untuk menaikan kelas. Dari aspek sosial terutama berkaitan kerjasama berbagai pihak, kalau evaluasi secara internal menurutnya mungkin subjektif, dirinya menyebutkan dengan forsimas pihaknya membuka ruang untuk dikritiki menelanjangi, sehingga pihaknya bisa mengupgret apa yang dianggap belum bisa menaikan.

“Fungsi Forsimas ini banyak, kita untuk menghindari konflik sosial karna beda persepsi, beda pandangan yang sebetulnya bukan masalah prinsip utama, karena ketidak taatan kita kepada mandatory pemerintah tapi lebih kepada perbedaan pendapat yang tidak disalurkan sehingga menjadi konflik yang besar, sehingga apa yang kita lakukan dan mereka lakukan selalu ada perbedeaan. Tapi denga forsimas ini saya lebih mendorong membangun harmoni sehingga kita terhindarkan dari konflik, kalau terjadi konflik sosial itu dampaknya luar biasa bagi masyarakat, pemerintah dan perusahaan,” tandasnya.