google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0,DIRECT
Daerah

Proyek Pengembangan Bandara Ketapang Diduga Menggunakan BBM Solar Subsidi

×

Proyek Pengembangan Bandara Ketapang Diduga Menggunakan BBM Solar Subsidi

Sebarkan artikel ini

Ketapang, Kalbar

HARIANTRIBUANA.CO, Ketapang – Proyek pengembangan bandar udara Rahadi Oesman Ketapang diduga menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) berjenis Solar tidak Industri.

Pantauan dilapangan, Untuk penunjang proyek tersebut, pelaksana menggunakan beberapa alat berat berupa 2 excavator, 1 mini, 1 bull dozer, 1 Gleder serta 3 compektor.

Scroll untuk baca artikel

Dalam hal ini, semestinya pihak pengembang menggunakan BBM solar industri bukan subsidi.

Dari berbagai sumber yang dihimpun dilapangan, bahwa memang penggunaan BBM di proyek tersebut hanya membeli dengan menggunakan jerigen yang dimuat kedalam pick up.

“Pakai jerigen dengan menggunakan pick up,” terang narasumber.

Saat di konfirmasi kepelaksana, Berry via telepon dan whatsApp terkait penggunaan BBM solar untuk alat alat berat dilapangan, dirinya tidak merespon, Sabtu (30/12/2023).

Untuk diketahui. Proyek Pengembangan bandar udara tersebut di kerjakan oleh PT Clara Citraloka Persada dengan konsultan pengawas CV Archi Engineering.

Proyek ini akan berakhir 31 Desember 2023, bersumber APBN Kementerian Perhubungan dengan pagu 28 miliar.