google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0,DIRECT
Berita

AJK Sukses Menggelar XPDC ke Puncak Tertinggi Jawa Tengah Gunung Slamet 3428 mdpl “jaga alam”

×

AJK Sukses Menggelar XPDC ke Puncak Tertinggi Jawa Tengah Gunung Slamet 3428 mdpl “jaga alam”

Sebarkan artikel ini

HARIANTRIBUANA.CO, KETAPANG –  Aliansi Jurnalis Ketapang ( AJK ) sukses melakukan XPDC ke puncak tertinggi Jawa Tengah Gunung Slamet 3428 mdpl via Garung, minggu (17/08/2025). Acara tersebut bertepatan hari ulang tahun kemerdekaan Repulik Indonesia yang ke 80.

Scroll untuk baca artikel

Pendakian puncak tertinggi di Jawa Tengah merupakan rangkaian journal AJK tahun 2025, meliputi berkegiatan seperti, memutik sampah dijalur pendakian, mengunggah Kembali semangat untuk menjaga kelestarian alam dan mempromosikan potensi wisata dan sumber alam Indonesia.

Ketua AJK XPDC puncak tertinggi Jawa Tengah, Erwin Sariza menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menggugah Kembali semangat untuk menjaga lingkungan serta mempelajari budaya, Bahasa, dan sosial Masyarakat sekitar.

“tujuan kami melakukan XPDC ke puncak tertinggi Jawa Tengah pertama mempromisikan potensi wisata dan sumber alam Indonesia. Kedua memupuk kembali semagat pentingnya menjaga lingkungan,” jelas Erwin.

Selain itu, Erwin mengungkapkan, bahwa pihaknya sering menemukan saat ini peran masyarakat untuk menjaga lingkungan berkurang, sehinga dibeberapa daerah terjadi pengrusakan alam, namun sangat disayangkan ketika terjadi bencana alam, kerap sekali alam itu sendiri dijadikan batu sandungan atau mendapat stigma negatif dari masyarakat itu sendiri.

“dalam kegiatan AJK XPDC ini kita memberikan suatu gambaran pentingnya menjaga alam itu sendiri, suatu keniscayaan alam itu juga menjaga kita dan berbuat posistiflah terhadap alam,” pesannya.

Satu diantara peserta AJK XPDC Pucak tertinggi Jawa Tengah, Putra Eka Perdana berterimkasih sudah berkesempatan ikut dalam XPDC, menurutnya kegiatan seperti ini sangat positif tentang bagaimana kita selalu menjaga lingkungan, serta melihat budaya, Bahasa dan Sosial Masyarakat luar daerah.

“terimakasih banyak karena saya berkesempatan untuk mengikuti rangkaian kegiatan AJK XPDC ini, kita senang semakin banyak orang tersadarkan akan pentingnya menjaga alam dan lingkungan,” ucap Putra.

Tim AJK XPDC berjumlah 10 orang, Erwin Sariza, Virgo, Putra Eka Perdana, Wahyu Ungaran, Darma, Hudzaifah, Faiz Alfath, Muhammad Syawal Achmadi, Ferdi dan Ananda Nadia Falihah.

Sebelum melakukan pendakian gunung selamet, tim  AJK XPDC terlebih dahulu dilakukan pengecekan Kesehatan oleh tim basecamp Gunung slamet via garung, setelah itu tim AJK XPDC melakukan simaksi sebagai syarat untuk melakukan pendakian.

Tim AJK XPDC ngekem di pos lima, pos lima merupakan tempat ngekem yang disarankan oleh pengelola, selanjutnya pukul 02:00 dini hari tim AJK XPDC melanjutkan perjalanan menuju puncak (Summit). Sekitar pukul 06:00 pagi tim AJK XPDC sampai kepucak tertinggi Jawa Tengah 3428 Meter Diatas Permukaan Laut (mdpl).

Bertepatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 80, Tim mengibarkan bendera merah putih, sekitar pukul 08:00 pagi tim turun dari puncak, sekitar pukul 11:00 tim sampai tempat ngekem kemudian dilanjutkan Kembali ke basecamp, dalam perjalanan tim melakukan pemungutan sampah yang berada di jalur pendakian. Sekitar pukul 16:00 tim sampai di basecamp.

Hasil pengumpulan sampah dijalur pendakian, kemudian ditimbang oleh pengelola dan tim AJK XPDC diberikan sertifikat.

Setelah selesai melakukan pendakian Gunung Slamet, Tim AJK XPDC melakukan diskusi ringan di base camp Gunung slamet via garung, tim ini banyak mendiskusikan bagaimana masyarakat teredukasikan dan diberikan akses tentang betapa pentingnya menjaga alam dan lingkungan.

Catatan.

Terimakasih kami ucapkan kepada para pihak yang tak bisa disebutkan satu persatu atas suportnya dalam rangkaian AJK XPDC Puncak Tertinggi Jawa Tengah Gunung Slamet 3428 mdpl.