HARIANTRIBUANA.CO – Perjalanan menuju Gunung Sindoro dimulai dari sebuah kabupaten, tepatnya di kabupaten ketapang provinsi kalimantan barat.
Perjalanan dari ketapang menuju kabupaten temanggung perbatasan dengan kabupaten wonosobo jawa tengah, kami menggunakan kapal penumpang Dharma verry menuju semarang dengan waktu kurang lebih 16-19 jam.
Kemiudian, kami dari semarang dengan menggunakan jasa trevel menuju kabupaten temanggung tepatnya di desa kledung.
Kebetulan kami mendaki gunung sindoro via kledung, kenapa kami pilih via kledung dikarenakan basecampnya pinggir jalan, sehingga memudahkan para pendaki untuk cepat sampai di basecamp.
Pada waktu itu, sebenarnya kami ingin mendaki pada hari minggu tanggal 27 april 2025.

Namun pada hari itu, gunung sindoro dipenuhi pendaki berbagai daerah, serta ada juga Open Trip ditambah pendaki tektokan (tidak ngekem), sehingga kami memutuskan untuk mendaki di hari senin.
Untuk mengisi waktu, kami mengeksplor wonosobo, dari telaga menjer yang sangat estetik sampai tugu Biawak yang lagi viral di jagad maya (kami tampilkan poto).
Pada tanggal 28 april 2025 kamipun melakukan registrasi untuk pendakian, bahasa pendaki biasa memyebutnya dengan Simaksi (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi). Untuk biaya masuknya dikenakan biaya 20 ribu perorang, dikarenakan kami dari basecamp menuju pos satu setengah kami menggunakan ojek dengan tarif 30 ribu per orang.
Maaf, diatas kami belum menyebutkan nama kami.
Kami dari ketapang berjumlah dua orang, Erwin Sariza (saya sendiri) saya ditemani dengan seorang pekerja dari perusahaan smelter yang berada di ketapang, sebut saja namanya Galih, dia berasal dari Surabaya, kebetulan si galih dapat cuti tahunan.
Hampir lupa, kami menghubungi satu teman dari daerah Bogor si Virgo, dulunya dia pernah juga di kabupaten ketapang bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Singkat cerita, kamipun memulai pendakian, kami dari basecamp ke pos satu setengah menggunakan jasa ojek.
Setelah sampai di pos satu setengah, kami bertemu dengan kawan kawan yang lain, (maaf tidak ingat tempat asal mereka masing masing)- kita sebut saja Tim Bang Uday Aditya (red). Kelompok mereka berjumlah 4 orang, sedangkan kami 3 orang.
Sebelum memulai pendakian kami berdoa terlebih dahulu kebetulan saya sendiri yang memimpin doa, apa karena saya yang punya jenggot yang paling panjang ya…
Setelah berdoa, kamipun memulai perjalanan mendaki, maaf kami tidak memberikan estimasi waktu, dari pos satu setengah menuju pos dua, trek nya cukup mengejutkan jantung, maklum baru pertama kali.
Ditengah perjalanan, kami bersama si virgo agak duluan namun sigalih agak lama geraknya, lama kami menunggu akhirnya kami memberi kode kepada galih bahwa kami duluan ke pos 2.
Sampai lah kami di pos 2, kebetulan pos 2 warungnya buka, jadi kami kumpul lah disitu barengan dengan Tim bang Aditya, kami disitu cukup lama, kami sambil menunggu si galih.
Akhirnya Tim bang Aditya itu duluan untuk melanjutkan perjalanan, oh ya,,tim bang aditya ini agak pro, mereka cepat sampainya di Sunrise camp.
Kembali di pos 2, datanglah teman teman dari jakarta juga mereka berjumlah 4 orang, Dheo dwi hermawan, Muhammad Irpan, Muhammad Irvan, Syaipul Marup mereka berasal dari Cipinang besar Utara, Jatinegara, jakarta timur.
Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan ke sunrise camp, sedangkan kami dengan Virgo masih menunggu si Galih.
Pada akhirnya galih pun tiba di pos 2 dengan teman yang entah dari mana kota asalnya. Dan akhirnya kami menitipkan si Galih kepada mereka dan akan bertemu di Sunrise camp.
Kamipun melanjutkan perjalanan, selepas pos 2, trek mulai menanjak, namun tetap masih ada bonusnya walaupun cuman sedikit.
Ditengah perjalanan kamipun bertemu kembali dengan rombongan si Ucok sama Marup, akhirnya kami barengan sama mereka, riwayat perjalanan yang terjal terjal tidak kami sebutkan terlalu banyak, hampir disetiap titik lokasi penyebutan seperti di watu longko sampai kawasan teritis 3 itu full tanjakan.
Didalam perjalanan menuju pos 3 kami selalu bercanda melihat cara masing masing berjalan menapaki bebatuan trek sindoro via kledung itu.
Iringan angin serta kabut tipis seakan menyertai kami dalam mendaki.
Tapak demi tapak kami melalui trek yang terjal, pada akhirnya kami sampai di pos 3, dan kami sempatkan untuk mengambil poto untuk dokumentasi.
Dipos 3 ini kami istirahat sejenak, si marup dan kawan kawan membuat kopi untuk kami minum, walaupun cuaca nya cerah namun suhu nya agak dingin. Kamipun bercerita sambil minum kopi dan makan gorengan, oh ya, di pos 3 terdapat juga warung, nama warungnya cukup dikenal di jagad maya ya itu warung Mbah Kuat.
Setelah selesai menyeruput kopi dan gorengan kamipun melanjutkan perjalan menuju sunrise camp, dari pos 3 ke sunrise camp cukup 15 menit perjalanan kamipun sampai.
Setelah tiba di sunrise camp seperti biasa kami sempatkan ambil poto dan beberapa video sebagai dokumentasi, biar kelak bisa bercerita bahwa kami sudah sampai di campnya sindoro.
Kamipun langsung bergegas membangun tenda, tenda kami bersebelahan dengan Ucok dan marup cs, setelah tenda kami terpasang kamipun memulai lagi bercerita bercanda bergurau sambil makan makanan ringan.
Sekitar pukul 19:00 malam, udara di luar tenda cukup dingin namun cuaca dimalam itu sangat cerah sehingga nampak gagahnya gunung Sumbing didepan tenda kami.
Oh ya, Gunung Sumbing dan Sindoro memang letaknya berhadapan.
Ucak dan Marup cs sudah tidur terlebih dahulu, kami dengan Virgo bertamu di tenda timnya bang Udai Aditya.
Tenda Aditya cs agak ke arah atas sedikit dari tenda kami, kami ditenda mereka bercerita dan bercanda, kamipun disambut bak tamu kehormatan,( bacanya sambil Ketawa).
Sambil bercerita bang Aditya membuat kopi untuk kami dengan tambahan cemilan, dari sini juga kami diajak nanti sumitnya menjelajahi trek lama, katanya sih agak cepat, kalau menggunakan trek baru sumitnya agak lama bisa memakan waktu 3 hingga 4 jam bahkan lebih.
Hingga jam 22:00 aku sendiri kembali ketenda, sedangkan virgo numpang tidur di tendanya bang Aditya, (Kenapa Virgo tidur di tenda Bang Aditya tidak bisa kami ceritakan drama koreanya, terlalu panjang).
Kami sepakat sumit sekitar jam 03:00 dengan trek lama.
Singkat cerita akupun kembali ketenda, suhu pada malam itu sangat dingin sampai ketulang. Aku memutuskan mencoba untuk tidur, berselang beberapa menit Ucok, marup, irpan dan dheo mereka terbangun dari tidur.
Karena kami sudah akrab ya walaupun baru beberapa jam ketemunya namun sudah terasa dekat, akhirnya akupun ikut bangun tidak jadi tidur.
Sambil bercerita kita membuat kopi lagi untuk menghangatkan badan, tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 02:00 dan kami bersiap untuk Sumit (Menuju Puncak Sindoro).
Setelah semua perbekalan untuk sumit telah siap dan juga sudah sarapan, kami berkumpul di tenda bang Aditya, Seperti biasa sebelum berangkat sumit kami berdoa bersama sama.
Setelah berdoa, kamipun berangkat menuju puncak, bang aditya yang menjadi pemandu dalam kelompok kami, maklum bang aditya ini sidah pro dia kalau soal naik gunung, ke Sindoro sudah ke 4 x nya, bahkan beliau sudah pernah ke Gunung Rinjani impian para pendaki.
Singkat cerita kami memulai perjalanan, masyaallahhhh, treknya begitu terjal, dan kami beberapa kali berhenti untuk sekedar beristirahat, sambil menunggu kawan kawan yang masih jauh ketinggalan.
Setelah berkumpul kami melanjutkan lagi perjalan, dalam hati bergumam semoga di atas sana ada bonus landainya, dan ternyata dapat disimpulkan..
Subuh itu udara sangat dingin, namun semangatkan kami untuk sampai ke puncak menggebu gebu sehingga badan kami terasa hangat, subuh yang begitu cerah, bintang bertaburan di langit dan angin bertiup sepoi sepoi.
Sesekali kami mengambil poto dengan view gunung sumbing, masyaallah luar biasa ciptaan allah SWT, kami sangat bersukur bisa menyaksikan kebesaranmu ya alllah.
Sekitar pukul 05:00 kami baru sampai di pos 4 watu tatah, ikonnya gunung sindoro, namun kami sampai hari masih gelap, sangat disayangkan sehingga tidak bisa untuk berpoto diatas batu yang tersohor dijagad maya itu.
Dan kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke puncak sindoro, di punggung gunung sindoro sempat beberapa kali kami menyaksikan Sunrise yang ditunggu tunggu dan ini momen yang sangat langka, pada hari itu kami menyaksikan Goldent Sunrise yang sangat indah.
Setibanya kami sampai di pelantaran gunung sindoro, ternyata kelompok kami terpecah pecah, ada yang sudah sampai di puncak ada yang masih jauh dibawah.
Disini kami menceritakan apa yang kami alami saja dari pelantaran hingga puncak sindoro.
Aku bersama si Ucok dan Marup terus menapaki bebatuan pelantantaran gunung sindoro, sesekali kami dan ucok menyemangati si marup yang merasa sudah tidak mampu untuk melanjutkan perjalanan.
Namun semangat demi semangat, saling bercanda dan bercerita sambil berjalan, tanpa disadari eh ternyata marup sudah sampai duluan di puncak (kan anak kadal jadinya).
Aku bersama ucok terus diteriaki dengan kata semangat, kami terus berjalan dan pada akhirnya aku bersama ucok sampai di puncak Sindoro 3153 mdpl sekitar puku 05: 52.
Aku langsung di sambut bang aditya dengan pelukan, sementara kawan kawan lain nya mengabadikan momen momen yang sangat bergarga itu, kami poto bersama berteriak bersama sama.
Namun ada suatu keadan yang kurang baik, angin di puncak saat itu sangat luar biasa sehingga sejuknya sampai ketulang.
Bang Aditya yang sudah berpengalaman mengajak kami untuk segera turun, dan kami semua ikut turun.
Ditengah perjalanan kami baru sadar ternyata si Virgo belom sampai ke puncak.
“Aku tidak bisa kepuncak, kakiku keseleo, padahal tinggal beberapa meter lagi sih sampai,” ucap virgo.
Akhirnya kami kembali bersama sama turun menuju sunrise camp.
Sebelum sampai di sunrise camp kami singgah di pos 4 watu tatah.
Pos 4 Sindoro via Kledung ikon nya Sindoro, kamipun berpoto poto untuk dokumentasi.
Setelah itu, kami melanjutkan perjalan turun, sesampai di tenda kami beristirahat sejenak, setelah itu kami mempeking tenda kami dan memutik seluruh sampah yang kami bawa dan akan kami bawa turun kembali.
Sepanjang perjalanan turun menuju basecamp kami tetap semangat dengan bercerita, bercanda banyak drama drama korea yang terjadi, dari salah mengetikkan nama anaknya di atas gunung hingga problem sampah siapa yang membawa turun.
Singkat cerita kami sampai di pos ojek atau pos satu setengah, kami memutuskan kembali menggunakan jasa ojek untuk sampai ke basecamp kledung.
Banyak kata kata yang tidak bisa kami ucapkan, terkadang kami meneteskan air mata saat melihat kebesaran pencipta alam ini, ada rasa kerinduan kepada teman teman pendaki, banyak hal yang memang tak bisa dilupakan.
Semoga kelak kami bertemu kembali, dalam sadar kami memohon kepada yang kuasa berikanlah kami dan kawan kawan pendaki kami rizki yang cukup, kesehatan, umur yang cukup pula, T.A.M.A.T
Tambahan:
Tidak lupa juga kami ucapkan terimakasih kepada BGA Group yang telah menjadi sponsor kami dan salah satu perusahaan Smelter yang tidak ingin disebut.
Catatan:
Gunung Sindoro dengan ketinggian 3153 mdpl, Sindoro saat ini berstatus vulkano aktif yang berlokasi di Kabupaten Temanggung/Wonosobo.


























