google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0,DIRECT
Daerah

BGA Region Nanga Tayap Menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla

×

BGA Region Nanga Tayap Menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla

Sebarkan artikel ini

Ketapang

HARIANTRIBUANA.CO, Ketapang – Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group) Region Nanga Tayap menggelar apel kesiapan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Kelik Kabupaten Ketapang, Senin ( 24/6/2024).

Scroll untuk baca artikel

Yunifar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang, menjadi inspektur upacara, dalam arahan nya, ia menyampaikan apresiasi kepada BGA Group yang telah menyelenggarakan apel kesiapan Karhutla.

“Saya mewakili pemerintah sangat apresiasi kepada BGA yang mana sudah menggelar apel ini,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyebutkan sudah menyiapkan langkah langkah kedepan jika memang terjadi karhutla.

“Mengacu pada pengalaman ditahun lalu, kami bersama manggala agni akan melakukan metode pembasahan, yang mana gambut itu tidak terbakar jika lahan gambut ini masih lembab atau ketersedian air di gambut cukup, memang disatu sisi ada pembengkakan biaya namun metode ini cukup berhasil.

” ini dapat dibuktikan di tahun lalu 2023, berdasarkan laporan dari KLHK kita mampu menekan sampai 60 persen,” imbuhnya.

Yunifar juga menjelaskan, bahwa di tahun 2023 dimana kabupaten ketapang menjadi langganan penyuplai asap setiap tahun nya. Kini dapat menekan angka itu.

“Alhamdulillah sekalbar hanya kabupaten ketapang saat ini belum dinaikan statusnya, artinya udara kita masih sangat baik, dan ini berkat kerjasama tim, baik dari perusahaan, ditingkat Desa, Manggala Agni dan BPBD kabupaten,” tukasnya.

Head Of Corporate Affair (Hoca) Zainal Mustofa menjelaskan bahwa pihaknya dalam mencegah Karhutla kedepan akan melakukan mitigasi setiap lahan yang berpotensi terjadinya kebakaran serta mempersiapkan sarana prasaran (Sapras)

“Untuk menghadapi karhutla 2024 kita akan melakukan mitigasi areal areal rawan kebakaran serta mempersiapkan embung dan untuk Sapras kita sudah lengkapi sesuai dengan permentan nomor 5 tahun 2018,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya nya juga dalam melakukan mitigasi atau patroli sudah menggunakan Drone sehingga mempercepat untuk mengetahui keberadaan titik api.

” semua unit di nanga tayap sudah siap ada 300 personel, dan kita untuk melakukan patroli api sudah menggunakan drone dan itu lebih efektif,” sambungnya.

Kapolsek Nanga Tayap, IPDA Shandy Chrystian Sulu mengungkapkan bahwa memang di tahun 2023 lalu pihaknya memproses hukum satu warga yang kedapatan membakar lahan yang memang tidak sesuai aturan sihingga menimbulkan kerugian pemilik lahan sekitar nya.

” ya pada tahun 2023 lalu kita ada proses satu warga, dan itu menjadi pembelajaran kita semua, kedepan semoga kita bersama sama bisa mencegah karhutla,” harapnya.

Manggala Agni Ketapang, Riswan Pasaribu memaparkan terkait upaya penangan karhutla, bahwa pihaknya sudah melakukan patroli mandiri yaitu mensosialisasikan kepada warga diareal yang sering terjadi kebakaran hutan dan lahan.

“Kami dari manggala agni saat ini sudah melakukan patroli mandiri dan sosialisasi kepada warga, alhamdulillah warga sudah sedikit faham tertang bahayanya karhutla itu sendiri,” tandasnya.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan penandatanganan MoU tentang komitmen dalam penangan dan pencegahan Karhutla.

Turut Hadir Dalam Apel Siaga Karhutla ini, Management BGA Region Nanga Tayap, Hoca, Frokopimcam, Masyarakat Peduli Api Nanga Tayap serta beberapa Kepala Desa.