HARIANTRIBUANA.CO, Ketapang – Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si. mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan pesantren dan tokoh agama, untuk terus memperkuat harmoni sosial, menjaga persatuan, serta bersama-sama membangun kemandirian daerah.
Hal ini disampaikan Bupati saat menghadiri kegiatan “Coffee Morning” yang digelar di Pondok Pesantren Mambaul Khairat,Kab. Ketapang, pada Kamis (24/11/2025). Acara yang diprakarsai oleh pimpinan pondok pesantren mambaul khairat, KH. Abdullah Al-Fakir, S.E. ini juga bertepatan dengan peringatan 20 tahun berdirinya pesantren tersebut.
Turut hadir dalam kesempatan itu FORKOPIMDA Kab. Ketapang, di antaranya Kajari, Wakil Ketua DPRD, Wakapolres, Perwakilan dari Kodim, Kepala Pengadilan Negeri, Kepala Kantor Kementerian Agama, para Kepala OPD, tokoh masyarakat, serta perwakilan pelajar dan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Bupati Alexander memberikan apresiasi tinggi kepada KH. Abdulahl Al-Fakir dan seluruh jajaran Pondok Pesantren Mambaul Khairat yang telah berperan aktif mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan penguatan karakter generasi muda.
Beliau menilai, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren merupakan fondasi penting untuk mewujudkan Ketapang yang aman, damai, dan berdaya saing.
“Kegiatan seperti Coffee Morning ini sangat positif karena mempererat komunikasi antara pemerintah dan tokoh agama. Ketapang ini rumah besar kita semua, dan rumah besar ini hanya bisa nyaman kalau kita jaga bersama,” tambahnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini terus berupaya membangun Ketapang yang lebih maju melalui program-program pembangunan yang adil dan merata. Namun, ia mengingatkan pentingnya kemandirian daerah di tengah tantangan pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.
“Kita harus bisa berdiri di kaki sendiri. Ketapang punya potensi besar, tinggal bagaimana kita kelola dengan bijak. Kalau SDM kita kuat, apapun bisa kita capai,” tegas Bupati.


























