google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0 google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
google.com, pub-1184362097765165, DIRECT, f08c47fec0942fa0,DIRECT
Berita

Jual Beli Proyek Dinas PU Ketapang Kini Mulai Menjadi Sorotan, Tak Segan Sebut Pokir Dewan

×

Jual Beli Proyek Dinas PU Ketapang Kini Mulai Menjadi Sorotan, Tak Segan Sebut Pokir Dewan

Sebarkan artikel ini

Ketapang

HARIANTRIBUANA.CO, Ketapang – Dugaan kongkalikong pengaturan jual beli proyek Penunjukan Langsung (PL) hingga fee 15 sampai dengan 20 persen terus menjadi sorotan publik.

Saat ini yang menjadi sorotan Proyek PL di SDA Dinas PU ketapang, menurut informasi yang didapat media ini, PL di SDA menjadi primadona sebab keuntungan dari hasil proyek tersebut keuntungan nya cukup siknifikan.

Scroll untuk baca artikel

Jadi wajar, untuk mendapatkan proyek di bidang SDA tersebut menjadi ajang adu kekuatan logistik dan lobi lobi tingkat tinggi, semua jurus pamungkas di pertontonkan, seakan semua kegiatan berjalan sesuai aturan dan regulasi.

Hal itu diungkapkan oleh pemerhati dana APBD LSM Laki Ketapang Ujang yandi, pihak nya menyebutkan hanya orang tertentu saja yang bisa mendapatkan proyek di bidang SDA.

“Kalau tidak kuat lobi dan banyak jurus jangan harap untuk mendapatkan pekerjaan di bidang SDA itu,” ungkap nya. Selasa (05/08/2025).

Ujang yandi menuturkan, kalau ada kontraktor yang mengajukan minat namun bukan dari kalangan tertentu, pihak bidang SDA selalu menyebutkan bahwa paket PL tersebut sudah punya merek alias sudah ada yang punya.

” mereka tidak segan menyebut bahwa itu berasal dari aspirasi dewan agar peminat membatalkan minatnya untuk mendapatkan proyek tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ujang Yandi merinci dalam beberapa penelusuran yang dilakukan oleh pihaknya, terkadang paket tersebut belum tayang, namun sudah ada pemiliknya.

“Aneh bin ajaib, paket belom tayang tetapi sudah ada pemiliknya,” cetusnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang SDA Dinas PU Ketapang Hendrika sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) mengelak semua yang dituduhkan kepada bidang yang di nahkodainya, menurutnya semua usulan dari peminat telah sesuai aturan.

“Semua berkas peminat itu masuknya lewat loket, setelah kita registrasi kita distribusikan ke pejabat pengadaan,” jelasnya.

Menurut Hendrika bahwa dirinya tidak pernah mengintervensi dalam bentuk apapun semua sudah sesuai aturan.

Terkait paket yang belom tayang namun sudah ada pemiliknya dirinya menyebutkan tidak mengetahui hal semacam itu.

“Kalau itu kurang ngerti juga,” kilahnya.