HARIANTRIBUANA.CO, Ketapang – Proyek lanjutan Pembangunan Jembatan Sungai Tapah belum juga rampung, setelah diberikan waktu 50 hari kerja. Proyek ini seharusnya selesai pada 15 Desember 2024 lalu.
CV Pilar Abadi selaku kontraktor kini diberikan kesempatan kembali untuk menuntaskan pekerjaan tersebut.
Proyek ini bernilai 4,8 Miliyar, yang mana telah dicairkan sebesar 90 persen.
Cairnya 90 persen dari pagu dana tersebut mengundang sebuah pertanyaan dikalangan publik.
Menurut salah satu Kontraktor yang enggan disebut namanya, menjelaskan bahwa pencairan 90 persen itu menjadi tanda tanya, menurutnya narasi yang dibangun selama ini sangat ambigu.
“90 persen pencairan dari pagu itu tidak logis kalau dilihat dari fisik, artinya hanya tinggal 10 persen lagi, masak mereka hanya untuk mengambil 10 persen, mereka rela di denda, bayar tukang, sewa alat dan beli material hanya gara gara mau mengambil 10 persen, kan tidak logis,” ungkapnya.
Menurutnya, ada kemungkinan pencairan 90 persen, namun pekerjaan fisik belum mencapai volume yang dicairkan.
“Indikasinya, pencairan 90 persen, tetapi volume pekerjaan belum sampai 90 persen,” cetusnya.
Lanjutnya, kalau memang betul sisa pekerjaan 10 persen tetapi sampai saat ini belum juga selesai.
“Itu logikanya, kalau tinggal 10 persen kenapa dalam 50 hari perpanjangan belum juga selesai,” tukasnya.
Sementara, hasil pantauan dilapangan, Rabu (5/2/2025). pengerjaan masih terus berjalan, pekerja masih mengerjakan kerangka besi beton untuk pondasi abutment.
Menurut pekerja dilapangan, bahwa terjadinya keterlambatan karena ada beberapa faktor, salah satunya alam.
“Menurut kami salah satu faktor terlambatnya penyelesaian dikarenakan cuaca, kedua untuk mobilisasi material kami menggunakan jalan tambang, sehingga memerlukan koordinasi yang cukup panjang,” jelasnya.


























